Pacu Hilirisasi SDA, Kepala BPKAD Lampung Hadiri Sosialisasi Obligasi dan Sukuk Daerah Sumbagsel Ringkasan
- Diposting pada 18 Mei 2026
- Berita
- Oleh Juli Hartawan
- 22 Dilihat
Menjajaki skema pembiayaan pembangunan yang lebih mandiri, Kepala BPKAD Provinsi Lampung menghadiri sosialisasi obligasi dan sukuk daerah guna mengatasi keterbatasan fiskal dan mendorong hilirisasi komoditas unggulan.
BANDAR LAMPUNG – Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung menghadiri agenda Sosialisasi Obligasi Daerah dan Sukuk Daerah kepada Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota di Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Acara berskala regional ini diselenggarakan di Ballroom Hotel Grand Mercure pada Senin (18/05/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkenalkan serta mendorong implementasi skema pembiayaan pembangunan daerah yang lebih mandiri dan inovatif melalui instrumen pasar modal, yakni penerbitan obligasi dan sukuk daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan urgensi bagi pemerintah daerah untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap anggaran murni pemerintah pusat. Langkah mandiri ini dinilai krusial untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur serta memacu program hilirisasi sumber daya alam (SDA) di daerah.
Menurut Gubernur, Provinsi Lampung sebenarnya memiliki potensi komoditas yang luar biasa besar sebagai salah satu lumbung penghasil kopi, gabah, singkong, tebu, hingga jagung di Indonesia. Namun, nilai tambah ekonomi dari sektor-sektor tersebut sejauh ini masih banyak dinikmati oleh daerah lain lantaran mayoritas hasil produksi masih dijual dalam bentuk bahan mentah (raw material). Di sisi lain, keterbatasan ruang fiskal daerah kerap kali menjadi tantangan klasik dalam membangun industri pengolahan yang modern serta infrastruktur penunjang yang strategis.
Oleh sebab itu, melalui rencana penerbitan obligasi dan sukuk daerah ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap dapat menghadirkan alternatif instrumen pembiayaan yang produktif. Dana yang dihimpun nantinya akan dialokasikan secara akuntabel untuk mendukung penuh proyek-proyek strategis daerah yang berbasis hilirisasi dan pengelolaan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Gayung bersambut, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menyampaikan pandangan optimisnya. Ia menyatakan bahwa wilayah Sumatera Bagian Selatan memiliki kesiapan dan potensi besar untuk menjadi proyek percontohan (pilot project) nasional dalam hal keberhasilan penerbitan obligasi dan sukuk daerah di Indonesia.
Tulis Tanggapan